Rabu, 21 November 2012


KUNJUNGAN KERJA “TASK FORCE” KE  EROPA
(BELANDA & JERMAN) SERTA SINGAPURA DAN MALAYSIA

Dr. H. Moh. Suryadi Syarif, pada tahun 2008 banyak mendapatkan kesempatan melakukan kunjungan ke luar negeri, baik yang bersifat kunjungan kerja, studi banding atau sosialisasi program kerjasama internasional.
Delegasi Depdiknas diterima Duta Besar RI di Den Haag 
Bpk J.E. Habibie ( adik Bpk. Prof. Dr. B.J. Habibie / Presiden ke 3 RI )
Setelah melakukan kunjungan kerja dan studi banding ke Jepang, tanggal 23 s.d 29 Pebruari 2008, pada tanggal 16 s.d 21 Juni 2008 Dr. H. Moh. Suryadi Syarif mendapat tugas dari Direktorat Tenaga Kependidikan Dirjen PMPTK Depdiknas untuk melakukan sosialisasi terbentuknya wadah forum kepala sekolah Asia Tenggara yang disebut “South East Asia School Principals Forum  (SEA-SPF)” ke Bangkok, Thailand. Dan tanggal. 23 s.d 29 Juni 2008 sosialisasi terbentuknya South East Asia School Principals Forum (SEA-SPF) ke Brunei Darussalam
Tanggal 25 Nopember s.d 2 Desember 2008, Dr. H. Moh. Suryadi Syarif dan Dra. Hj. Yoyo Sosiawati, M.Pd., mendapat kesempatan melakukan kunjungan kerja “Task Force” ke negara Eropa yaitu Belanda dan Jerman, sebelumnya transit di Istanbul Turkey Kunjungan tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan & Direktorat Tenaga Kependidikan Dirjen PMPTK Depdiknas, diikuti oleh kepala sekolah kejuruan rintisan sekolah berstandar internasional.
Hasil dari kunjungan-kunjungan tersebut banyak memberikan pengalaman yang sangat berarti dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, khususnya peningkatan mutu pendidikan di Sekolah Budi Mulia (TK SD SMP SMA & SMK Budi Mulia). Mengunjungi “Inwent” pusat pelatihan keterampilan Mekanik Otomotif, di Mannheim Jerman

Mengunjungi "Inwent" Pusat Pelatihan Keterampilan 
Mekanik Otomotif, di Mannheim JermanOleh karena itu dari hasil pengalaman perjalanan kunjungan ke bebarapa negara di luar negeri yang berhubungan dengan keberhasilan pendidikan negara-negara yang dikunjungi, Sekolah Budi Mulia terus berusaha meningkatkan layanan pendidikan dalam upaya menghasilkan mutu pendidikan yang diselenggarakannya, dengan terus berbedah diri dengan meningkatkan layanan, fasilitas, sarana-prasarana, profesionalaisme tenaga pendidikan & kependidikan.

Dalam mewujudkan kelas yang menggunakan dua bahasa (Billingual) dan berbasis teknologi informatika (TI), guru dituntut mampu berbahasa asing yaitu Inggris, dan menguasai media pembelajaran berbasis teknologi informatika, sehubungan dengan hal tersebut sekolah memfasilitasi kepada tenaga pendidik & kependidikan untuk mengikuti inhouse trainning/pelatihan pembekalan penguasaan berbahasa Inggris dan pembekalan penguasaan teknologi komputer. Selain itu sekolah juga memberikan kesempatan kepada tenaga pendidik dan kependidikan untuk mengikuti pendidikan lanjutan (S.2), workshop, seminar, dan lain-lain. Saat ini ada lima (5) orang guru yang mendapatkan bea siswa pendidikan untuk program strata 2 (S.2/Magister).


Pada akhir tahun 2008, tepatnya tanggal 20 s.d 24 Desember 2008, Dr. H. Moh. Suryadi Syarif, kembali mendapat tugas melakukan kunjungan kerja “Task Force” ke Malaysia dan Singapura.
Alhamdulillah, semua kesempatan melakukan kunjungan ke luar negeri atas biaya negara tersebut di syukuri, dan itu semua merupakan penghargaan dan apresiasi pemerintah kepada Sekolah Budi Mulia yang peduli terhadap upaya peningkatan mutu pendidikan yang diselenggarakannya dan pengakuan pemerintah terhadap kualitas pendidikan Sekolah Budi Mulia yang baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar